KUTAI KARTANEGARA, PT INHUTANI I (18/02/2026) | Kawasan Wisata Alam (KWA) Bukit Bangkirai yang dikelola Inhutani Unit Manajemen Hutan Tanaman (UMHT) Batuampar Divisi Regional Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan (Divre KTSS) menjadi salah satu destinasi favorit di Kalimantan Timur. Hal tersebut terlihat dari kunjungan mahasiswa internasional dalam program LDE–Universitas Mulawarman (UNMUL) Thesis Lab: Sustainable Urbanism in East Kalimantan, Rabu (18/02). Mahasiswa berasal dari tiga perguruan tinggi di Belanda, yakni Universiteit Leiden, TU Delft, dan Erasmus University Rotterdam. Rombongan disambut Supervisor Wilayah Bukit Bangkirai & Mangrove UMHT Batuampar, St. Nurul Nuzul Ramadhani, bersama jajaran pengelola KWA Bukit Bangkirai. Kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan lintas disiplin untuk memahami keterkaitan lingkungan, masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur. Peserta berasal dari berbagai bidang keilmuan, antara lain Antropologi, Arsitektur Lanskap, Ekologi Industri, dan Kehutanan. Selama kegiatan, mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai pengelolaan hutan hujan tropis, fungsi ekologis kawasan, serta pemanfaatan hutan sebagai sarana edukasi dan wisata alam berkelanjutan. Mereka juga mengikuti trekking susur hutan dan menaiki canopy bridge yang menjadi ikon Bukit Bangkirai, sehingga dapat merasakan pengalaman menjelajah hutan dari ketinggian. Selain itu, mahasiswa berkesempatan mengamati satwa liar di habitat alaminya, seperti owa-owa (Hylobates sp.) dan beruang madu (Helarctos malayanus). Dosen TU Delft, Steffen Nijhuis, menyampaikan apresiasinya terhadap kawasan tersebut. “Ini sudah kunjungan kami yang ketiga. Tempatnya sangat bagus, nyaman, dan sejuk. Mahasiswa dapat belajar langsung dari ekosistem tropis yang nyata, tidak hanya dari teori di kelas,” ujarnya. Supervisor Wilayah Bukit Bangkirai & Mangrove UMHT Batuampar, St. Nurul Nuzul Ramadhani, menyambut baik kunjungan tersebut. “Kehadiran mahasiswa internasional menunjukkan bahwa Bukit Bangkirai tidak hanya menjadi destinasi wisata favorit, tetapi juga representasi hutan hujan tropis yang terjaga dan bernilai edukatif tinggi. Kami berkomitmen menjaga kelestarian hutan sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang menarik dan tetap mengedepankan aspek edukasi serta ramah lingkungan,” jelasnya. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami secara langsung praktik pengelolaan lingkungan tropis yang diterapkan PT Inhutani I di Bukit Bangkirai, sekaligus melihat pemanfaatan kawasan hutan sebagai sarana edukasi dan wisata alam berkelanjutan.
Editor : DSNB